Jalan yang Sepi

Kemarin waktu scroll tiktok, tiba-tiba lewat sosok yang udah lama ga aku ikutin. Anak seseartis hijrah, yang terakhir aku lihat dia masih kecil dan kemana-mana suka jilbab-an seperti ibunya. Nah, waktu lewat di tiktok, ternyata sekarang dia udah remaja, berdandan seperti idol korea dengan crop top dsb, 180 derajat jauh sama penampilannya waktu kecil. Ternyata setelah kepo lebih lanjut, beliau sekarang menempuh karir sebagai model.

Perasaan pertama lihat VT dia, ya kaget. Wah, sayang juga ya, padahal dulu berjilbab setiap hari. Pas mendekati umur wajib menutup aurat, ternyata memilih jalan yang lain. Tapi ya mari kita maknai sebagai proses, kan gatau juga ya apa yang terjadi di dalamnya. Gimana orangtuanya mengarahkan, dll.

Cuma, sering juga ya melihat anak di umur remaja itu tiba-tiba berpaling dari hal yang baik. Misal, tadinya jilbabnya panjang, menghapal quran, lalu berbalik ikut arus remaja kebanyakan. Di seumuran gitu jalan menuju syariat memang seringnya jalan yang sepi sepertinya ya, apalagi kalau hidup di lingkungan yang kurang mendukung. Merasa kurang seru kalau tidak ikut arus. Mungkin gue dulu juga gitu sih, terombang-ambing antara menjadi seru atau menjadi taat.

Tapi senangnya sekarang tuh, di umur segini, millenial banyak ya yang mulai ikut kajian. Kajian menyentuh kalangan yang mungkin dulunya merasa belajar agama itu ga penting, ga seru. Banyak yang merasa perlu dan wajib cari ilmu. Keren kalian tuh.

Tinggal gue sendiri sih, yang masih terombang-ambing mau jadi apa, jalannya disana udah ga sepi tapi kok menuju kesana macet terus ya?