Kamis, 11 Mei 2017

MOVING! (last post)

Haloo!

Saya pindahan nih. Sedih juga ya ninggalin laman ini. Tapi gapapa, kenangan-kenangan disini disimpen rapih, mungkin suatu saat dibuka lagi kalau kangen tidak tertahankan. Terimakasih 19000 traffic yang sudah mengunjungi blog ini.

My new site -> https://ruangica.wixsite.com/ruangica

(tetep free site, huhu kapan yah beli domain sendiri. tapi ga prioritas penting sih wong nulisnya random)

Minggu, 23 April 2017

Merawat Muka #1

Pusing yah ternyata merawat kulit teh 😪.

Entah sejak kapan jadi jerawatan di pipi dan kambuhan banget. Kayaknya semenjak rajin nge-skin care malah jerawatan. Mulai serius pakai skin care karena muka kusam (dan punya duit). Muka cerahan, tapi lama-lama jerawatan, terus piye 😅.

Cari produk yang tepat, yang mahal juga belum tentu cocok. Even racikan dokter juga cocok-cocokan. Katanya sih..

Tapi sebenernya ini jerawatan antara ga cocok ataaau akunya yang ga konsisten pemakaiannya. Tiap hari sekarang pasti pake bedak twc kan tapi pulang kerja suka males bersih-bersih muka. Padahal sih kalau mau kulit bagus itu mesti rajin cenah *getok kepala.

Ah, semoga segera mendapat formulasi yang tepat 💪💪

Selasa, 18 April 2017

How to Motivate Ourself

Motivasi itu kayak iman. Grafiknya fluktuatif: naik turun. Untuk saat ini jujur aku sangat demotivasi sama mimpi-mimpi pribadi. Kayak kadang mikir jangan-jangan niatnya salah nih, cuma pengen pamer doang nantinya atau pengen dianggap keren doang. Hasilnya, sekarang tuh rasanya cuma pengen ngumpulin duit aja dulu yang banyak, ha ha ha. Padahal dengan ngumpulin duit yang banyak juga belum tentu memuaskan ambisi-ambisi pribadi.

So, what do you do to motivate yourself?

Sekarang-sekarang sih kalau aku lagi suka nonton vlog-vlog orang, baca blog-blog orang. Dari situ sering kerasa tuh kalau aku ketinggalan banget. Somehow dari situ termotivasi lagi meskipun kadang-kadang balik lagi sih.

Tapi meski sekarang lagi di situasi yang rendah, hold on, tetep semangat tahun ini masih panjang!

*random ga ada kerjaan di kantor

Iman sebelum Al-Quran

Entah sejak kapan istilah cocoklogi pada Al-Quran ada. Aku inget banget suatu hari aku share tentang peringatan jahatnya malam di Surat Al-Falaq, karena waktu itu di sekitar kampus lagi marak begal dan banyak mahasiswa ITB yang jadi korban. Teman aku ada yang komen, cocoklogi katanya. Aku jelaskan ya memang pasti cocok soalnya Al Quran kan memang dirancang demikian sejak sebelum kejadian, kita aja yang belum tahu/ga mau cari tahu. Somehow, tiba-tiba si temen aku ngejapri minta maaf, alhamdulillah semoga beneran paham.

Terus banyak juga orang yang mencocok-cocokan sains dengan Al-Quran, sekali lagi memang pasti cocok. Saat ini kebanyakan kita belajar sains dulu, baru ke Quran. Padahal kalau Al-Quran itu petunjuk, maka harusnya dari Quran dululah kita bisa mengungkap keajaiban semesta.

Minggu, 02 April 2017

Allah Lebih Tahu, Maha Tahu

Tergelitik dengan salah satu pertanyaan di sesi Q/A bersama Ustadz Zakir Naik. Disclaimer, aku cuma streaming pas jam 11.32 dan cuma 5 menitan setelah itu aku quit karena ilang sinyal.

Jadi, ada mas-mas yang nanya kira2 begini: kenapa Allah menciptakan kita? Apa Allah kesepian? Kenapa kita seperti kelinci percobaan yang ujungnya masuk surga atau neraka? Kenapa Allah cape2 menciptakan kita?

Yang aku tangkep dari mas ini sih seolah mas2 ini menganggap Tuhan itu arogan..

Somehow, jawaban Ustadz Zakir Naik kurang memuaskan masnya. Aku paham penjelasan Ustadz, but to be honest, aku juga kurang puas. Kayak semacam pertanyaan dan jawaban nyaris bersentuhan tapi ngga, jadi masih mengganjal. Aku ga sempat lihat conclusionnya sih tapi. Mudah2an akhirnya terpuaskan ya si mas tadi.

Terus jadi kepikiran..

Aku juga sering kepikiran, aku paham kehendak Allah menjadikan manusia khalifah di bumi, tapi kenapa ya Allah kepikiran menciptakan aku, seandainya Allah ga menciptakan aku, aku ada dimana sekarang? Terus jadi kontemplasi panjang.

Menurut aku sih kalau pertanyaannya demikian maka pendekatannya adalah dengan pemahaman sifat Allah. Ga bisalah kita menyamakan Allah dengan sifat manusia (re: kesepian, capek2). Ga bisa kita menyamakan sikap seperti ke manusia (menuduh salah, menilai sifat dengan ukuran benar salah manusia).

Kenapa Allah menciptakan kita dengan freedom to think, to choose, kenapa kita ga diciptakan jadi baik dan nurut aja sama Allah supaya nantinya kita masuk surga aja? Atau kenapa Allah harus menciptakan kita? Coba ga diciptakan kan ga akan ada kerusakan?

Pertanyaan kayak gitu pernah ditanyakan juga sama Malaikat di awal penciptaan manusia, terus Allah jawab bahwa Allah lebih tahu apa yang kita tidak tahu (cek surat Al-Baqarah ayat-ayat awal).

Allah Maha Segalanya, Maha Besar, dengan kuasa-Nya Allah bisa bikin mahluk paling kompleks bernama manusia yang bahkan ujung-ujungnya manusia bisa protes sendiri kenapa diciptakan. Semakin dalam dipikir, semakin ngehlah kalau kita ga punya daya upaya apapun, semakin ngeh kalau ada Dzat Yang Maha Segala-galanya yang ga mungkin kita protes/salah-salahin. Kasarnya, emang mau mengadukan Tuhan ke siapa lagi kalau Tuhanlah yang segala2nya? Suka-suka Allah aja kata Aa Gym mah.

Tapi, meskipun suka-suka Allah, ga berarti Allah arogan. Percayalah, Allah mencintai kita. Allah Maha Pengampun. Dengan segala godaan duniawi yang ada seizin Allah, ada pula banyak jalan bertaubat. Pilihan kamu yang mana?

Wallahualam

(eh, ini bukan mengoreksi jawaban Ustadz Zakir Naik ya, nambahin aja sesuai pemahaman aku terhadap pertanyaan masnya) (apalah aku cuma remeh2 pemikir yang dateng kajian pun ga sebulan sekali)

#lagiwaras #tumbenwaras #sungkemsamaustadz

Rabu, 29 Maret 2017

Lagi Bingung

Memastikan harta yang kita dapat adalah benar-benar halal memang jadi PR yang penting bagi para pencari rezeki. Apalagi jaman sekarang penuh fitnah dunia. Hmm.. Sekarang paham kenapa korupsi bisa marak karena godaannya memang supeeer ngeri. Bisa jadi karena emang berniat atau bisa jadi karena terlalu polos ga mengkonfirmasi dengan jelas sumber dana yang dikasihkan kepada kita. Hhhh berat.

Maka dari itu sebaiknya kita setiap hari berdoa agar diberikan rezeki yang halal dan berkah, serta dijauhkan dari rezeki yang haram, yang abu-abu, naudzubillah.

Aslinya dua hari ini kepikiran sesuatu. Kepikiran semikir2nya sampai tadi ga sadar nuang s*nlight ke cucian baju 😅.

Jadi kemarin ada belanja kantor untuk kebutuhan rumah contoh. Selesai belanja ada cashback dari tokonya. Aku pikir harusnya ya dibelanjain untuk kantor aja. Tapi senior aku bilang boleh dipake buat pribadi. Akhirnya dibelanjakanlah si cb tadi untuk keperluan berdua. Bahkan sempat aku iklanin juga di FJB untuk dijual lagi.

Aku pikir memang kebijakan perusahaan membolehkan. Tapi kok pas konfirmasi lagi ke senior aku, jawaban beliau meragukan. Lalu nanya ibuk mesti gimana, ternyata sepemikiran kalau itu abu-abu banget, dan langsung hapus iklan, ya Allah maafkan kepolosan icha. Terus sampai sekarang jadi bingung mesti diapain ya barangnya 😢. Kalau akad dari kantornya jelas misal membolehkan ambil hadiah/bonus dari belanjaan sih ya ga masalah. Tapi ini kayaknya meragukan.

Enaknya sih ngomong ke senior aku buat nanya sama-sama ke pak bos harusnya gimana kalau kasusnya dapet cashback gitu. Biar enak dan jelas. Tapi ya PR buat ngomong ke seniornya itu ya, kutakut dikira "sok". Ya Allah beranikanlah 😢😢.

Welcome to un-ideal world! PRAY FOR ME!!

...

Ditulis setelah pos ini: Akhirnya case ini dibicarakan bareng dengan manager divisi aku. But somehow jawabannya ga memuaskan. Jadi aku tetap akan balikin uangnya gimana pun caranya (dibalikin langsung ditolak mulu soalnya). Doain yaa doaiin..